Minggu, 20 November 2011

Dilema? Entah!!!

Standard
Jalanku terhuyung
Lemah menapaki lorong-lorong sempit landai
Meninggalkan tapak-tapak jejak kosong
Kiri…
Kanan…
Hingga, tapak lemahku terhenti dalam suatu bentuk,
Hariku adalah namamu. Hari-hari akhir yang kutuliskan tak lain hanyalah namamu. Menggurat di atas samudera pengharapan yang tandus dan terjal. Entah berapa purnama yang telah terlewati sejak itu. sejak pertemuan pagi itu. mentari memerah menyala, menerangi gelap dan pekat yang menyekat. lakumu, tawamu, candamu adalah mentari. Seringaimu ku anggap tak lebih hanyalah rayuan sang kembang pada sang kumbang untuk singgah.
lakumu yang cantik…
tawamu yang eksotik…
candamu yang nyentrik…
telah menghias kendali purnama yang telah lewat,
Entah ada apa dengan perubahan 180 derajat, entah berubah atau sengaja mengubah. malam-malam yang tak lebih dari satu purnama terasa indah berhias kesejukan tulis manjamu. Kini tiada lagi datang. kini tiada lagi mengalir. Hanya kekosongan yang mengalir pada ujung malam. Atau munglkin hari—hari akhir ini telah mengalir berita itu pada kedua telingamu yang kecil menggantung. Berita yang memang seharusnya ku ungkap dan kutuangkan padamu. Tentang ceritaku dengan dia, untuk hari-hariku yang telah terlewati dengannya. Namun, egoku lebih tinggi menjadi nahkoda atas kendali yang ada pada diriku. Entah suatu kewajaran atau entah apa namanya. Aku tak ingin bercerita padamu tentng berapa purnama yang telah berhasil kugenggam bersamanya. Karena satu hal, satu alasan yang tak perlu lagi untuk dijelaskan.
Entah kenapa para malaikat-malaikat itu menghunuskan rasaku untukmu. Apakah mata para malaikat telah di butakan dengan kecantikanmu yang menyala? Padahal para malaikat telah tahu kalau saat ini aku sedang merangkai hari bersamanya. Meskipun ikatanku dengannya tak sekuat tali baja penangguh bangunan menembus cakrawala.
entah rasa apa yang telah menghunus hatiku
tak dapat kujabarkan
tak dapat ku uraikan
meski dengan kata-kata para pengembara gurun berprahara
Akankah ada badai dalam perjalanan singkat ini. perjalanan yang akan menghangus lantahkan kaki-kaki lemahku yang tak mampu untuk berjalan sendu. Apa yang ada kini jauh dari harapan yang telah tercipta dalam babak baru kehidupanku. Sekali lagi dibalik pikiranku yang selalu di penuhi siksa dan harapan selalu hadir bayangmu dan bayangnya. Akhir-akhir ini, sedihmu adalah sedihku. Ketika melihat sebuah deretan status yang indah aku bahagia melihatnya. Namun sebaliknya jika kau bersedih aku juga turut merasakan apa yang engkau rasakan.
Tuhan tolong jelaskan padaku akan apa yang terjadi ini,
Jelaskan padaku tentang cerita ini,
Tolong aku Tuhan…..

Bogor, 20 November 2011

Rabu, 16 November 2011

titik dan koma hidupku

Standard
Untuk hari kemarin dan detik yang telah terlewati. Tak dapat diulang dan diputar mundur. Esok dan satu detik ke depan tidak dapat ku ketahui dan ku terka sedikitpun. Hanya masa lalu, harapan yang mambahana menjadi penugasa atas diri yang tak punya kuasa apa-apa. Terkadang aku harus berhenti dan terhenti sejenak bahkan lama hingga membuatku jenuh. Itulah titik dalam kehidupanku, namun titik bukan berarti berhenti untuk selamanya, tiada nafas dan tak bergera sedikitpun. Terkadang ada jeda, itulah koma dalam hidupku. Jenuh dan muak untuk mengarungi bahtera kehidupan yang terasa menghimpit dan menyudutkan. Saat itulah aku sadar harus berhenti sejenak dan menunggu momentum yang tepat untuk kembali "beraksi". Kadang roda berada diatas, terkadang juga rodaku berada dibawah. Itulah.... titik dan koma hidupku, mewarnai dan merajai... hha omong kosong (karena yang nyata dapat menjadi ilusi dan yang ilusi bersambut nyata)

Selasa, 08 November 2011

Bukan Aku

Standard
Hari-hari yang kulewati kini tak lebih dari nilai seonggok sampah dipinggiran pasar. Menebarkan bau busuk dan tak bernilai sama sekali.  Entah apa yang ku alami kini di bawah kesadaran yang masih terpatri dalam jiwaku. Sebenarnya apa yang terjadi pada aku ku Tuhan? apa yang telah engkau berikan padaku saat ini? Tuhan aku tak sanggup jika harus seperti ini terus menerus, aku akan hancur berserak tanpa daya. Sudah satu minggu lebih lamanya aku merasakan hal yang tak bisa ku ungkapkan dan kulukiskan dalam kata-kata. Lidahku kelu untuk mengucap, sikapku berubah 180 derajat. Kepada siapa saja, kepada mereka yang mewarnai hari-hariku, apalagi kepada mereka yang belum ku kenal sama  sekali. Aku butuh penjelasanmu Tuhan, aku tak sanggup jika harus lebih lama lagi seperti ini. Berada pada suatu tempat dan waktu yang asing bagiku. Aku yakin diriku sekarang ini bukanlah aku, diriku sekarang ini bukanlah aku yang sutuhnya, diriku sekarang ini adalah orang lain. ragaku memang asli, namun jiwa dan pikiranku sebenarnya bukan aku. Aku yakin itu, yakin seyakin yakinnya bahwa ini memang bukan aku.
Semua yang kulakukan akhir-akhir ini bukan kemauan dan kendaliku. Aku, Arghhhhhhh….. tak dapat lagi aku berujar dengan mantra kosong tanpa arti. “Hei, siapakah gerangan engkau yang menaungi jiwa dan ragaku ini, cepatlah kau keluar dan pergi jauh dari kehidupanku!”. “Apa yang kau minta dariku, sehingga kau begitu kejam membuatku seperti ini? tak cukupkah kau membuatku menderita seperti ini?” Semua yang kulakukan hanyalah kosong. Tak ada makna yang terkandung dalam setiap langkah dan jejak yang tercipta. hanya saja ketidak tahuan yang mengakar pada kebingunganku sendiri.
Tuhan, aku ingin lepas dari belenggu ini. aku ingin lari dan hilang dari semua ini. hari-hari yang tak dapat aku cerna meski kesadaran yang kucipta telah memagutku. Aku ingin bebas, aku ingin kembali lagi seperti dulu, aku ingin ceria, aku ingin tersenyum seperti aku (aku yang dulu). Tegar dan kokoh meski goncangan yang Engkau berikan padaku mampu meruntuhkan Jabal Nur dan menghentikan aliran Sungai Eufrat karena kau ada selalu dalam ridhomu. namun, semuanya kini nampak begitu nyata dan berbeda Tuhan. Aku lemah, aku rapuh, aku tak berdaya menghadapi apa yang engkau berikan, meskipun itu kecil.

Tuhan jawablah semua doa-doaku…
Tuhan bicaralah…..
Tuhan bicaralah….
Aku tak sanggup Tuhan,
Aku tak sanggup jika harus seperti ini….
Again, again and again…
It’s hurt me….
Tuhan semoga Engkau tak tuli…
Aku yakin Engkau tak tuli Tuhan,
Engkau Maha Mendengar…
Aku tahu itu….

Bogor, 11 Oktober 2011

Senin, 31 Oktober 2011

Press Release Forum Koloni Bintang Pembaharu (Curcol abizzzz)

Standard
Senja pun datang seperti biasanya, rasa dingin sudah menusuk kulit yang tak memakai pelindung apapun. Hujan telah membasahi ranting cemara yang kering sejak siang tadi. Sebenarnya aku masih disibukkan hal-hal yang tidak penting menurut semua orang, namun menurutku hal inilah yang bisa memberikan ketenangan dan kedamaian dikala suntuk menyapa diriku yang notabene suka akan kesendirian. Jari jemariku masih disibukkan untuk menekan tombol-tombol keras yang langsung terkoneksi dengan layar computer jinjingku. Suara riuh gaduh penonton memberikanku semangat untuk menjadi nomer satu dalam sebuah liga ternama, tentunya dengan tim kesayangan dan pemain-pemain pilihan.   Membuatku tak sadar dan terhanyut dalam pusara kedamaian yang begitu dalam. Namun, ditengah ketidak sadaranku alarm yang sudah ku setting seminggu sebelumya berbunyi keras dari ponselku. Sempat bingung tadinya darimana suara itu berasal, bergegas ku mencari dari mana sumber suara itu berasal, kudapati layar ponselku menunjukkan peringatan bahwa hari ini ada kumpul. Kumpul koloni bintang css mora ipb 46, akupun tersenyum penuh arti. Akhirnya kuputuskan untuk menyudahi permainanku sore itu.
Harapanku besar pada sore itu, bahan yang jauh hari telah dipersiapkan kembali ku buka untuk mempelajarinya, tentunya dengan harapan dapat memberikan sesuatu yang terbaik untuk teman-temanku. Aku yakin karenya sudah lama wajah-wajah kami tak bersua dan juga berdasar pada pesan singkat yang aku dapatkan bakalan banyak koloni bintang yang akan datang dan ikut berpartisispasi dalam kemajuan CSS 46 dan terutamanya CSS MORA IPB. Tepat setelah adzan magrib berkumanadang aku memutuskan diri untuk berangkat karena biar tidak telat dan mengecewakan teman-teman yang datang lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 18.46 WIB. Tentunya kenapa ada menit 46 dibelakangnya bukan jam 19.00 WIB pada umumnya diskusi sering diselenggarakan, hal ini dikarenakan karena ingin mengingatkan dan sekaligus sebagai pertanda kalau CSS 46 ITU MASIH ADA dan bahkan sangat eksis dalam kontribusinya terhadap CSS MORA.
Tepatnya waktu itu menunjukkan jam 18.30 WIB di ponselku, aku sampai pada tempat kejadian perkara (kortan) tempat yang biasanya digunakan untuk sharing koloni. Ternyata masih belum ada koloni yang nampak (maklumlah belum jam yang ditentukan). Aku membawa harapan besar pada pertemuan malam kali ini dari segi hasil point yang akan dibahas atau dari segi kuantitas teman-teman yang bakal datang karena merujuk dari pesan singkat yang kudapatkan bahwa mereka menyangupi untuk datang. Menit semakin bertambah dan belum juga tampak wajah seorang yang aku kenal sekalipun, adapun yang lewat dan berkeliaran adalah mereka dari orang yang hadir untuk forum lain. Akhirnya harapanku mulai melambung ketika sesosok wajah yang samar kulihat dari kejauhan sepertinya dia ku kenal. Benar saja dia adalah salah satu koloni, tak cukup menunggu lebih lama datanglah koloni yang lain. Hal itulah yang menjadikan semangat dan harapanku malam itu kian melambung tinggi untuk forum diskusi malam kali ini. Kini telah tiga bintang termasuk saya (penulis red.) yang datang dan siap untuk berdiskusi malam ini dengan ditemani rintik kota hujan. Menit semakin berusia tua, jam diponselku pun tak muda lagi menunjuk tepat lebih dari jam tujuh malam ini belum ada koloni yang nampak lagi akhirnya gerombolan pun datang sekitar sepuluh orang akhirnya diputuskan untuk memulai forum pada malam itu dengan sedikit kekecewaan yang kuredam dengan menyanyi ringan shlawat nabi (biar kelihatan santrinya gitu).
Pembahassan yang akan ku bawa dalam forum tak lebih dan tidak kurang sekitar ada 5 point, antara lain;
1.       Mengenai KCB (Ketika CSS Ber-Qurban) Session 2
2.       CSS League 2011 (Penentuan Jendral kontingen : Jendral Tim Futsal ataupun Jendral Kontingen Suporter)
3.       Diskusi Dan Penetapan Penangung Jawab Sharing Fakultas
4.       Penyadaran Kembali mengenai CSS Mora 46 umunya, CSS Mora IPb secara khusunya
5.       Agenda Bulanan Css 46 Koloni Bintang Pembaharu
Pada dasarnya pembahasan diatas adalah merupakan sesuatu yang sangatlah penting menurut kondisi dan psikologi yang ada dan berkembang dalam CSS 46 secara umumnya dan CSS MORA IPB secara khususnya tanpa membatasi koridor dan aspek yang bersangkutan (penulis red).
Pembahsan pun dimulai dan berikutnya langsung kepada hasil yang akan saya (penulis red) paparkan dalam tulisan ini, takutnya jika berbelit akan menimbulkan kontroversi yang akan menyulut kemarahan di beberapa pihak entah itu yang pro atau yang kontra (hehe sok banget ya, maklum alay). Berikut hasil akan dipaparkan dalam bentuk point demi point sesuai koridor yang ada;
Poin Pertama : Mengenai KCB (Ketika Css Ber-Qurban) Session 2
Setelah melalui pemaparan oleh narasumber maka didapatkan hasil bahawa KCB akan di adakan pada tanggal 6 November 2011 dengan rangkain acara sebagai berikut : pertama akan diselenggarakannya Takbir keliling CSS dengan rute (Bateng-bara) yaitu pada malam takbiran. Kumpul di home base CSS Mora IPB yang baru yaitu Bateng (samping alfa mart) pada jam 19.00 dan akan dilanjutkan start jam 19.00 dari Bateng dan ke Bara dan finish atau berakhir di masjid Al-Wustho. Dress code Putra dan putri atasan sama yaitu mengenakan jas css yang berwarna hitam. Bawahan untuk pria menggunakan Sarung dan Putri menggunakan Rok sesuai tema Qurban Sesi dua kali ini yaitu Memsyarakatkan Qurban Dan Berkurban Untuk Masyarakat.
Sesi selanjutnya adalah keesokan harinya (setelah sholat Ied) pemotongan qurban akan dilaksanakan di kontrakan Oscar balebak (kontrakan css 45 atau saudara Abror dan yang lainnya). Setelah pemotongan akan ada pembagian daging qurban kepada masyarakat sekitar kampus dengan system kupon. Pada sore harinya akan dilanjutkan acara bakar sate bersama dan pada malam harinya akan ada makan bersama CSS MORA IPB di ruangan RK. X fahutan yang baru.
Harapannya untuk semua koloni bisa datang dalam rangkaian acara tersebut karena tidak ada kesan tanpa kehadiranmu kawan. (hehe sumpah gak bohong kuq).
Point Kedua : Css League 2011 (Penentuan Jendral Kontingen : Jendral Tim Futsal Ataupun Jendral Kontingen Tim Futsal)
Pembahasan ini dibutuhkan untuk target dari kita semua yaitu pengen mendapatkan termanis (seenggaknya) untuk menjadi juara CSS league tahun ini sebelum tahun depan (2012) yang notabene sudah mulai berkurang anggota tim nya dikarenakan kesibukan dalam penelitian dan skripsi (amien). Oleh karenanya di butuhkan tim menejemen baik dari tim inti dan tim supporter mengingat kesiapan tim dan supporter saling berkaitan.
Hasil pembahasan yang telah dilaksanakan maka dengan dengan ini telah ditetapkan bahwa nama yang saya (penulis red)  tuliskan disini merupakan hasil keputusan bersama yaitu untuk Jendral Kontingen Team Futsal di komandoi oleh Abang Firman Maulana dan penanggung jawab Suporter ada di bawah kreatifitas saudari Laifa Hasinah. Selain nama-nama di atas kita sebagai koloni bintang 46 wajib terutamanya untuk mendukung dan memberikan yang terbaik (utamanya datang) pada waktu kompetisi dimulai. Sementara itu kompetisi sendiri akan di mulai pada tanggal 20 November 2011 yaitu pada hari minggu.  Diharapkan untuk segenap civitas koloni bintang pembaharu memberikan dukungan sepenuhnya dan datang saat kompetisi berlansung demi aliran semangat yan akan memacu untuk team berbuat yang lebih maksimal demi gelar juara yang tahun ini dijadikan target bersama.
Point Ke Tiga : Diskusi Dan Penetapan Penanggung Jawab Sharing Fakultas
Diskusi penetapan penangung jawab sharing fakultas merupakan tajuk utama dalam agenda rapat pada malam itu (30 Oktober 2011) yang dilaksanakan di Koridor tanah. Diskusi dan penetapan penanggung jawab sharing fakultas merupakan agenda rujukan dari keputusan kepemiminan CSS MoRA IPB Kabinet Bersinergi yang bertujuan untuk dijadikan sebagai wadah, sharing keputusan antara anggota lama, anggota baru dan anggota tetap pada masing-masing fakultas. Selain itu juga tujuan diadakannya sharing fakultas adalah mengingat dan mempertegas bahwa kita adalah mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah (BUD) yang di danai sepenuhnya oleh Kementrian Agama dan jatah yang diberikan hanyalah jangka waktu 8 semester (4 tahun) TIDAK LEBIH!
Oleh karenanya ditetapkanlah Penanggung Jawab sebagai pengkoordinir untuk masalah terkait di atas. Dibawah ini akan dicantumkan nama-nama yang terpilih oleh suara koloni tiap fakultasnya;
Faperta                : Firman Maulana
FEMA                    : Asilah
FEM                       : Rini
FPIK                       : Nurrokhmatunisa’
Fateta                   : Caesar R
FKH                        : Devi
Fapet                    : Erni A
FMIPA                  : Ria
Fahutan               : Jajang Roni
Nama-nama diatas akan secara langsung bertemu dan berhubungan kepengurusan CSS Mora yang dipegang oleh saudara Khairul Ihsan. Follow up nya agar setiap bulan Minimal menyelenggarakan pertemuan sebulan sekali.
Point Ke Empat : Penyadaran Kembali Mengenai CSS MORA 46 Umunya, CSS MORA IPB secara Khusunya
Secara garis besar dari hierarki susunan kepengurusan CSS MORA IPB sekarang ini tampu kepemimpinan berada di tangan generasi bintang koloni pembaharu yaitu lebih tepatnya di bawah komando saudara Khairul Ihsan dan diwakili oleh Mufassirul Umam. Mereka berdua adalah pemegang amanat yang telah di pilih dan disahkan secara tertulis pada masa jabatan 2011-2012. Secara garis besar bahwasannya mereka adalah anggota koloni bintang yang ada saat ini dan sampai kapan pun dimana mereka berada. Namun, ada satu hal yang tidak perlu ada yang kini terjadi yaitu berkembangnya nilai egoistis dan apatisme yang berkembang dalam rasi bintang pembaharu. Tanpa harus menyebutkan dan menunjuk satu-persatu siapa yang patut dipersalahkan dan dijadikan kambing hitam akan masalah yang ada saat ini. (Life is never flat and life is not so simply) mungkin itu sedikit penggambaran yang sebenarnya tidak perlu dijelaskan dengan kata-kata karena dapat menimbulkan hal yang sangat panjang dan complicated (kayak hubungan aja) hehehe.
Disini seharusnya kita sebagai teman seangkatan harusnya mendukung jalannya kepengurusan. Baik dari kontribusi aktif (mengikuti kepengurusan) ataupun kontribusi pasif (sebagai khalayak yang mendukung dan mensuport jalannya kepengurusan). Hal ini tidak lain tidak bukan hanyalah untuk keselamatan dan keberlanjutan CSS MORA IPB sendiri tentunya. Mengingat sekarang ini adalah masa kepemimpinan angkatan 46 koloni bintang. Sebenarnya saya (penulis red) sudah bosan harus mengulang pembicaraan yang seharusnya tidak perlu ntuk di ungkapkan kembali karena sudah mencapai titik jenuh oleh saudara sekalian (pembaca red.). perlu diketahui kalau dari dalam kita sendiri (CSS 46) saja sendiri sudah seperti ini (tidak solid, udah terpecah dan lainnya) bakal berimbas pada stagnannya kepemimpinan css tahun ini dan akibatnya bisa anfal (hancurnya kepengurusan) meskipun pengurus dan BPH sudah berjuang dan memutarkan otak dengan susah payah. Naudzubillah….
Apakah itu yang kita inginkan?
Apakah itu yang menjadi harapan dan cita-cita besar kita semua?
Melihat dan merasakan CSS MoRA 46 dan CSS Mora ipb hancur dan hanya meninggalkan sisa-sisa puing kepemimpinan pada generasi selanjutnya (CSS MoRA IPB 47).
Apa itu yang di impikan selama ini?
Kata-kata adalah sekedar kata-kata yang tak bernyawa dan berbentuk, kalimat panjang hanyalah hiasan semata dan cacian dan semngat tak akan berguna kalau kita tidak bergerak. Ayolah kawan, tak bosan dan tak jenuh jika aku harus mengingatkan akan ini semua. Seratus kali, seribu kali bahakan kalau perlu jutaan kali aku akan senantiasa mencoba untuk mengingatkan ini semua. Semoga tak bosan dengan kata-kataku ini.
Oleh karenanya marilah kita semua kembali kepada alamamter kita, alamamater santri tercinta CSS MoRA IPB, mari bangkit dan menata kembali css 46 koloni bintang dan memajukan css kita semua dengan kontribusi dan dukungan sepenuh hati. Kita pasti bisa kawan, tidak ada sesuatu yang mustahil kalau kita semua mau berupaya dan saling berjabat tangan menghadapi ini semua. Semoga tak hanya tulisan yang sekali baca dan habis di buang.
Point ke Lima : Agenda bulanan css 46
Agenda ini akan diagendakan selanjutnya dan belum bisa terlaksana pada bulan depan dikarenakan masalah klasik yaitu waktu yang belum tepat. Mengingat beberapa minggu berturut—turut sudah ada agenda yang menunggu bagi temen-temen css semuanya. Di mulai minggu depan adalah idhul adha, selanjutnya acara up grading css mora ipb dan minggu selanjutnya adalah css league.
Kejadian semalam seharusnya tidak terjadi jika seorang komti atau saya (penulis red.) tidak berbicara banayak yang sehingga menimbulkan konflik. Ada banyak mungkin kesalah pahaman terhadap saudari Tuti Alawiyah, oleh karenanya disini saya (penulis red.) mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya baik dari perkataan atau ucapan yang kurang berkenan di hati. Semoga saudari mau membukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.
Sebelum saya menutup atau memberikan konklusi atas semua kata-kata diatas alangkah lebih baiknya saya mohon maaf atas semua kesalah saya baik yang sengaja ataupun tidak, baik dari ucapan atau perbuatan yang telah terlaksana. Tak ada gading yang tak retak, tak ada hujan yan tak jatuh, tak ada kerbau yang mau menyusu sapi (lhoh gak nyambung ya) hehe. Intinya dari sini semua adalah mohon maaf. Dan marilah kita semua membuka diri demi kejayaan css mora 46 khusunya dan lebih utamanya css mora ipb.
Disini kita bertemu lagi…
Disini kita bertemu lagi…
Disini kita bertemu lagi…
Tak peduli berbagai ujian, cobaan, halangan, dan tantangan yang menghadang, jika kita punya satu nilai dalam keyakinan dalam diri, bahwa sukses adalah hak kita, maka jalan kesuksesan pasti akan selalu terbuka. Karena itu, seberat apapun perjuangan yang kita lakukan, seganas apapun padang gurun yang kita harus lewati, setinggi apapun gunung yang akan kita daki, seluas apapun samudra yang kita seberangi, tetaplah pelihara semangat ”Success is my right!” Tanamkan dalam diri, dan teruslah bekerja keras untuk mewujudkan semua mimpi. Harta tak ternilai itu ada dalam diri kita semua. Perjuangkan!!!
 Senin, 31 November 2011 (Rohmad Subhan)

Rabu, 26 Oktober 2011

Wake Up

Standard
Tak ada gunanya kau hanya terduduk lesu
Tak ada gunananya aku hanya menatap langit-langit cerah biru
Tak ada gunanya aku hanya murung di sudut tepi kamarku
Tak ada gunanya aku terus begini

Wake up….
Aku harus bangun sebelum sayap-sayapku kaku
Sebelum sayap-sayapku tak dapat ku kepakkan untuk terbang membahana
Sebelum jati diri hilang lenyap
Sebelum dinding kamar yang lusuh menertawakanku
Sebelum detak jam dinding semakin ribut menusuk telingaku

Kenapa ada matahari yang secantik itu ku acuhkan
Kenapa ada suara pipit yang elok itu ku hiraukan
Kanapa selama ini mataku buta karena gelap yang menyapa
Kenapa selama ini telingaku tuli karena tak ada tutup yang menutupi
Kenapa selama ini lidah kelu tak mampu menyucap sepatah kata
Atas semua yang aku alami dalam jurang kenestapaan…

Memang bodoh sekali aku ini..
Beribu kali dungu dari sekumpulan keledai sekalipun…
Anjing menggonggong…
Malaikat pergi mengabur jauh…
Tuhan pun duduk santai dipekarangan rumahnya

Selasa, 25 Oktober 2011

Tujuh Satria (Pemimpin) Negeri ini, Siapa yang Ke-7?

Standard
Tujuh “Satrio Piningit” Pemimpin Besar Negara Indonesia

Tujuh bukanlah angka yang keramat seperti angka tiga belas (angka sial) menurut versi dari berbagai kalangan. Angka tujuh merupakan angka keberuntungan Cristiano Ronaldo saat masih memakai seragam MU, gocekan yang dahsyat dan gol-gol yang spektakuler di ciptakan oleh pemain yang mempunyai nomor punggung tujuh ini. Disini saya tidak akan membahas tentang ini. Apa yang anda tahu dengan angka tujuh? Keberuntungan layaknya C. Ronaldo, ataukah sebaliknya?
Konon, ada 7 “satrio piningit”(jawa.red) atau dalam bahasa indonesianya adalah Satria Piningit yang muncul sebagai tokoh yang kemudian hari memerintah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit, berkenaan dengan itu banyak kalangan yang mencoba menafsirkan ke-tujuh satrio piningit tersebut. Ke-tujuh satrio piningit tersebut adalah :
1.       Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro
Soekarno atau yang kerap disapa Bung Karno. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro) pada masa kolonial Belanda saat menjajah negeri ini. Beliau akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia yang juga pemimpin besar revolusi dan pemimpin rezim orde lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
2.       Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar
Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalau dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan/kesalahan (kesandung kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden kedua Indonesia dan pemimpin rezim orde bar yan ditakuti. Brkuasa tahun 1967-1998.
3.       Satrio Jinumput Sumela Atur
Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (sumela atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
4.       Satrio Lelono Tapa Ngrame
Tokoh pemimpin yang suka mengembara/keliling dunia (lelono) akan tetapi dia juga seorang yang mempunyai tingkat kejiwaan religious yan cukup/rohaniawan (tapa ngrame). Tokoh yan dimaksud dan ditafsirkan sebgai KH. Abdurrahman Wahid (gus dur), Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.
5.       Satrio Piningit Hamong Tuwuh
Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (hamong tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini tidak lain adalah Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republic Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.
6.       Satrio Boyong Pambukaning Gapuro
             Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (boyong/dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar pembuka gerbang menuju zaman keemasan (pambukaning gapuro). Banyak pihak yang meyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpn bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan sang saria piningit atau setidaknya dengan spiritualitas sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintergrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.
7.       Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu
Siapakah satrio ini? Sampai sekarang belum diketahui siapa dan dari mana dia akan berasal. Gambarannya, (dia.red) tokoh pemimpin yang amat sangat religious sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang resi Begawan (pinandhito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum/petunjuk yang maha kuasa, dengan selalu bersandar hanya kepada yang maha kuasa, bangsa ini akan mencapai keemasan yang sejati.

Penafsiran datas seperti apa yan telah diramalkan oleh Prabu Joyoboyo yaitu suku kata Notonogoro (menyusun Negara). Wallahua’lam… Hanya Tuhan Maha Tahu untuk semua yang terbaik diberikan kepada makhluknya.

Note      : Sumber dari buku Ramalan Joyoboyo dalam bab Notonogoro (menyusun Negara)